Kamis, 22 May 2025
  • (0473)21037
  • perpustakaan_lutra@yahoo.co.id

SALAM LITERASI

SALAM LITERASI Drs. Maharuddin

SALAM LITERASI

Drs. MAHARUDDIN Kadis Persipda Kab.Luwu Utara

Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) diusianya yang ke-16 tahun,  pada Tanggal 25 Oktober Tahun 2017 ini, belum bisa memperlihatkan kedewasaannya. Ibu DR. Herlina Mustikasari, Ph.D (Pengurus Pusat GPMB) pada saat Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) GPMB Tahun 2017 di Jakarta, mengatakan bahwa: penyebabnya antara lain, karena GPMB tidak populer di masyarakat. Data terakhir menunjukan bahwa baru 15 provinsi dari 34 provinsi, dan 29 Kabupaten/Kota dari 514 Kabupaten kota di seluruh Indonesia yang terbentuk Pengurus GPMB-nya atau 44% untuk Provinsi, dan 5,7%  Kabupaten/Kota.

Tugas dan Fungsi (TUKSI) GPMB yang dibentuk oleh Pemerintah pada tanggal 25 Oktober tahun 2001, adalah Sebagai Mitra Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Daerah, dan Perpustakaan yang dikelola Oleh Perguruan Tinggi/Organisasi/Lembaga/dll. Dan juga Interface (jembatan) antar Perpustakaan dengan Penggiat Literasi (Masyarakat/Pemustaka).

Saat ini, Bangsa Indonesia yang besar ini, masih sibuk dengan Isyu Nasional tentang Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia, setelah dirilis oleh UNESCO, hasil riset tahun 2010 menunjukan bahwa Indonesia menempati urutan ke 60 dari 62 negara yang disurvei, berada di bawah Negara-Negara ASEAN yang lainnya.

Adalah kewajiban Pemerintah/Pemerintah Daerah menyediakan sarana dan prasarana perpustakaan untuk memenuhi Literasi Dasar Masyarakat Indonesia, guna membebaskan masyarakat Indonesia dari lilitan pengaruh beberapa corporatie nakal yang sering memanfaatkan kelemahan daya pikir masyarakat, pada saat pemerintah/pemerintah daerah belum bisa membentuk masyarakatnya untuk memenuhi 6 (enam) literasi dasar, masyarakat dengan mudah terjerat kasus investasi bodong yang terjadi berkali-kali, dan yang terakhir dengan Umroh Murah.

Masih banyak hal yang perlu diselesaikan bersama, untuk percepatan layanan perpustakaan dalam rangka memenuhi literasi dasar masyarakat, sekalipun kita sama ketahui bahwa untuk memenuhi literasi dasar masyarakat, tidak hanya dominasi kerja  bersama Perpustakaan Nasional dan jajarannya, tetapi kerja-kerja Kementrian Pendidikan dan Kementrian Agama, akan banyak menentukan percepatan layanan dalam rangka memenuhi literasi dasar masyarakat. Perpustakaan Nasional dalam rangka memenuhi kebutuhan pustakawan harus berpikir keras, berpikir cerdas dan bekerja cerdas (berpikir luar biasa), dan beberapa persoalan yang lain, seperti Layanan Perpustakaan di wilayah Terpencar-Terpencil-dan Terisolir, Wilayah Perbatasan Indonesia, Wilayah Pesisir Indonesia, dan wilayah Kepulauan Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dan Miyanga sampai Pulau Rote.

Dengan tidak bermaksud mengesampingkan Permenpan No. 26 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Fungsional Melalui Penyesuain/Inpassing dan regulasi yang lainnya, mengingat kondisi rill perpustakaan saat ini bahwa; tidak banyak PNS yang memilih Pustakawan Sebagai Profesinya, dan perpustakaan saat ini banyak yang dikelola oleh Pegawai Tidak Tetap (PTT), maka Pemerintah sebaiknya membuat Kebijakan Nasional untuk memberikan tunjungan pustakawan sebesar satu kali gaji pokok ( tunjangan fungsional guru ), dan mengangkat semua PTT yang saat ini mengelola perpustakaan sebagai PNS/Pegawai Kontrak dengan catatan. Seperti halnya kebijakan nasional yang pernah dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka mengangkat semua Sekretaris Desa (Sekdes) dari PTT menjadi PNS diawal tahun 2006.

Masyarakat Indonesia (pemustaka) patut bersyukur, karena pada tanggal 14 September 2017 yang lalu bersamaan dengan Hari Kunjung Perpustakaan, Presiden Republik Indonesia meresmikan penggunaan Gedung Perpustakaan Nasional di Jl Medan Merdeka Barat No.   Senayan Jakarta Pusat, dan merupakan gedung perpustakaan yang tertinggi di dunia, 24 lantai atau 125 meter. Hal ini akan lebih melengkapi berbagai program pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan literasi dasar masyarakat Indonesia, dan juga mendukung berbagai program aplikasi yang telah dilaunching oleh Perpustakaan Nasional, diantaranya E-Perpusnas, Indonesia One Search, dan Inlis-Lite menuju Perpustakan Digital (E-Library) Tanah Air Indonesia. 

Berikut, adalah 6 (enam) Literasi Dasar Masyarakat :

1. Baca Tulis

2. Numerasi

3. Finansial

4. Sains

5. Budaya dan Kewarganegaraan

6. Teknologi Informasi

Dari Arena Rapat Koordinasi Nasional dan Seminar Nasional Gerakan Pemayarakatan Minat Baca (GPMB) Tahun 2017,  tanggal 25 s.d 27 September 2017 di Hotel Aryaduta Jakarta Pusat.

( Oleh Kadis persipda Kab.Luwu Utara)